Loyalitas Peserta Temu Bhakti VI terhadap KSR



Sebelumnya saya tidak pernah menyangka akan menjadi wakil Bali dan KSR “ekapaksi” Udayana dalam event dua tahunan KSR se-Indonesia yaitu Temu Bhakti (TB). TB kali ini adalah TB ke-6 dengan Samarinda sebagai tuan rumah. TB VI memberikan pengalaman yang luar biasa kepada saya. Sebelumnya saya tidak pernah tahu Pulau Kalimantan itu seperti apa? Setelah mengikuti TB VI saya menjadi tahu sedikit demi sedikit tentang Kalimantan. Di TB VI saya banyak menemukan berbagai macam teman. Mulai dari Sabang sampai Merauke, dengan kulit yang berbeda, bahasa yang berbeda, adat istiadat yang berbeda, dan masih banyak, banyak, dan banyak lagi pengalaman yang saya dapatkan.
                                             
Disini saya hanya ingin menceritakan teman-teman luar biasa saya, yang saya dapatkan saat mengikuti TB VI kemarin. Di sini saya menceritakan tentang loyalitas mereka terhadap KSR mereka masing-masing.
          
Teman-teman luar biasa yang saya kenal pertama kali bernama Neri Harifky dari KSR Dharmajaya Lampung. Saya memanggilnya Bang Neri. Orang ini memiliki pandangan hidup yang luar biasa. Meski sering bolos UTS demi rapat KSR, dia tak pernah kecewa tak lulus cepat dan masih kuliah disaat sudah semester 12. Ini karena dia bangga telah mampu mengabdi bagi KSR. Kuliah dan organisasi memang harus diseimbangkan. Jangan ada yang saling mengalahkan. Namun alangkah baiknya bila loyalitas seperti ini juga dimiliki oleh setiap anggota KSR khususnya KSR “Ekapaksi” Udayana demi kemajuan KSR, bukan hanya demi kemajuan diri sendiri pribadi.





Orang luar biasa selanjutnya yaitu Rasni Gani atau yang biasa dipanggil kak Arni. Anak KSR yang berasal dari Makassar ini pada saat Sidang Pleno kemarin terpilih sebagai Ketua Presidium Sidang. Saya kagum ketia dia berani mengambil resiko meninggalkan KKN yang sedang dijalaninya tanpa ijin hanya sekedar untuk mengikuti TB VI. Komandannya memerintahkan untuk mengikuti TB VI, dan tanpa segan dia mengikutinya. Sungguh luar biasa! Saya tidak begitu setuju dengan sikapnya yang bolos KKN, namun saya salut dengan loyalitas serta rasa hormat kak Ami terhadap komandannya. Sikap ini yang ingin saya terapkan di KSR “Ekapaksi” Udayana dan berharap teman-teman juga demikian.

Satu lagi orang yang bisa dibilang super. Teman saya ini bernama Adi, dari KSR Yapma Makassar. Sekarang duduk di semester 8 dia masih ingin di KSR 6-7 tahun lagi katanya. Ini semua hanya ingin menyandang gelar KSR lebih lama. Rasa patriot dan kecintaan terhadap KSR yang begitu besar! (yang sudah jarang sekali saya lihat).


Sebenarnya masih banyak lagi yang saya ingin ceritakan, tapi mungkin cukup tiga orang yang di atas yang mewakili. Bisa dibilang semua orang yang saya temui di TB VI adalah orang-orang luar biasa loyalnya terhadap KSR. Rela berkorban apapun demi KSR. Ckckckckckck. Intinya dari cerita saya “Kuliah itu nomor satu, tapi KSR adalah segala-galanya.” hahahahaha.. Banyak sekali pengalaman yang luar biasa yang ingin saya ceritakan, namun mungkin yang saya ceritakan hanyalah pandangan teman-teman baru saya terhadap organisasi yang dicintainya, mungkin cerita ini bisa menginspirasi temen-temen KSR Udayana. Mari bersatu hidupi KSR, besarkan lembaga ini, dengan rasa loyalitas dan saling menghormati yang tinggi.

Siamoooooooooooo !!!

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...